Page 85 - Demo
P. 85


                                    Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 66Buddha melihat Tissa. Dengan empati yang besar, Buddha merasakan kesedihan Tissa. Beliau tahu Tissa butuh bantuan dan dukungan. Tanpa ragu, Buddha memanaskan air dan mendekati Tissa. Beliau menunjukkan kebaikan hati yang luar biasa.Melihat Buddha yang mulia mau membantu, teman-teman Tissa ikut bergerak. Mereka merasa malu sudah menjauhi Tissa. Dengan kebaikan hati dan empati yang muncul, mereka bergotong royong memandikan Tissa sampai bersih.Setelah mandi, tubuh Tissa segar dan pikirannya tenang. Saat itu juga, Tissa menjadi orang yang sangat suci, atau arahat, lalu ia meninggal dunia. Buddha menjelaskan, di kehidupan sebelumnya, Tissa adalah penangkap burung yang jahat. Ia suka mematahkan kaki burung. Karena perbuatan jahatnya itu, Tissa lahir kembali dengan tubuh yang sakit dan bau. Ini namanya karma, atau akibat dari perbuatan. Cerita Tissa mengajarkan bahwa empati dan kebaikan hati bisa membawa perubahan besar, bukan hanya bagi orang lain, tapi juga bagi diri sendiri.Apa yangKalian Pahami%u2022 Kalian belajar bahwa peduli dan menolong makhluk lain, seperti kucing kecil yang kesusahan, adalah perbuatan yang mulia. Dengan hati yang penuh kasih, kalian bisa membuat makhluk lain merasa aman dan bahagia. %u2022 Bagaimana cara membuat aman dan tenang makhluk lain?%u2022 Apa yang dilakukan Tissa sehingga waktu sakit badannya bau?%u2022 Bagaimana sikap kalian setelah melihat peristiwa bhikkhu Tissa? Apa yang akan kalian lakukan?
                                
   79   80   81   82   83   84   85   86   87   88   89