Page 79 - Demo
P. 79
Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 60Menghadapi Orang yang Menghalangi JalanSuatu hari, Buddha dan para bhikkhu berjalan berkeliling kota untuk menerima makanan dari orang-orang. Kegiatan ini disebut pindapatta. Di kota itu ada Raja Suppabuddha, ayah dari Putri Yasodhara, istri Pangeran Siddharta. Raja masih marah karena Pangeran Siddharta meninggalkan istana. Raja Suppabuddha sengaja berdiri di tengah jalan utama untuk menghalangi Buddha. Ia memerintahkan prajuritnya menutup jalan dan berkata dengan sombong, %u201cAku tidak akan memberi jalan kepada Samana Gotama. Dia masih muda sekali, lebih muda dariku!%u201dBuddha dan para bhikkhu tetap tenang. Mereka tidak marah, tidak berteriak, dan tidak memaksa Raja. Dengan sabar, Buddha dan para bhikkhu memilih berbalik dan mencari jalan lain. Buddha ingin menunjukkan bahwa masalah bisa diselesaikan dengan damai, tanpa pertengkaran atau kemarahan.Apa yangKalian PahamiSabar artinya tetap tenang walau sedang dimarahi, dihina, atau diperlakukan tidak baik. Kalian tidak membalas dengan marah atau benci. Kalau kalian sabar, hati kalian tetap damai walau keadaan di luar sedang tidak baik. Bagaimana kalian bisa meneladani kesabaran ini dalam kehidupan sehari-hari? Ayo, jawab pertanyaan berikut.1. Siapa yang menghalangi jalan Buddha?2. Apa sikap Buddha ketika dihalangi Raja Suppabuddha?3. Mengapa Buddha tidak marah kepada raja?4. Apa yang harus kamu lakukan jika ada teman yang menghalangi jalanmu saat bermain?5. Bagaimana caramu bersikap jika ada teman mengejekmu?6. Sifat baik apa yang dimiliki Buddha dalam cerita ini?7. Bagaimana caramu belajar menjadi anak yang damai dan bijaksana?

