Page 73 - Demo
P. 73
Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 54Kisah Brahmana yang KasarDi zaman kehidupan Buddha, ada seorang Brahmana yang merasa kesal karena setiap kali istrinya bersin, ia tak sengaja mengucapkan pujian untuk Sang Buddha. Karena keresahan itu, ia pun pergi menemui Buddha dan bertanya, %u201cApa yang harus kita buang supaya hidup bahagia?%u201d Buddha menjawab, %u201cBuanglah kemarahan dan kebencian.%u201d Jawaban ini membuat Brahmana terkesan dan akhirnya menjadi murid Sang Buddha dan belajar banyak hal baik. Kabar tentang adiknya yang menjadi murid Buddha sampai ke telinga Akkosaka Bharadvaja. Ia adalah seorang pria berwatak keras yang dikenal karena tutur katanya yang kasar dan sifatnya yang pemarah. Berita itu langsung menyulut amarahnya. Tanpa berpikir panjang, ia bergegas mendatangi Buddha dan mencaci maki Buddha.Buddha tidak marah, namun bertanya dengan lembut, %u201cWahai Akkosaka Bharadvaja, jika kamu menawarkan makanan kepada tamu, tapi tamunya tidak mau menerimanya, makanan itu akhirnya jadi milik siapa?%u201d Akkosaka Bharadvaja menjawab dengan ketus, %u201cYa, jadi milik saya sendiri!%u201d Sang Buddha tersenyum tipis dan berkata, %u201cTepat sekali! begitu juga dengan semua kata-kata kasarmu itu. Aku tidak menerimanya, maka semua kata-kata itu akan kembali kepadamu.%u201dMendengar jawaban Buddha yang begitu bijaksana, Akkosaka Bharadvaja Si Pemarah tiba-tiba tersadar. Hatinya luluh dan ia langsung merasa sangat menghormati Sang Buddha. Sejak saat itu, ia pun akhirnya memutuskan untuk menjadi murid Sang Buddha, belajar untuk mengendalikan emosinya dan tidak marah-marah lagi.Apa yangKalian PahamiMelalui materi diatas, kalian belajar beberapa hal penting untuk memiliki hati yang damai yaitu:1. Apa yang diajarkan Buddha agar hidup lebih bahagia?2. Siapakah Akkosaka Bharadvaja dan bagaimana sifatnya?3. Bagaimana cara Buddha menanggapi kata-kata kasar?

