Page 219 - Demo
P. 219
Buku SiswaPendidikan Agama Buddha dan Budi Pekerti Kelas V 200Untuk memahami Mudita dan Upekkha, simak cerita berikut!Di kelas 5, ada seorang anak perempuan bernama Ayu yang terkenal baik hati. Suatu hari, sahabatnya, Dewi, memenangkan lomba membaca puisi. Saat nama Dewi diumumkan sebagai pemenang, Ayu langsung bertepuk tangan paling kencang. Ia menghampiri Dewi dan berkata, %u201cDewi, selamat ya! Aku senang sekali kamu menang!%u201d Ayu tidak merasa iri sama sekali. Hatinya ikut merasakan kebahagiaan Sari. Beberapa hari kemudian, saat pelajaran kesenian, Ayu sedang asyik menari. Ibu guru memujinya, %u201cGerakanmu luwes sekali, Ayu!%u201d Namun, seorang teman berbisik, %u201cGerakannya kaku begitu.%u201d Ayu mendengar keduanya, tetapi ia tidak menjadi sombong saat dipuji dan tidak sedih saat diejek. Ia tetap tersenyum dan melanjutkan tariannya dengan gembira. Jawablah pertanyaan berikut!1. Apa yang dilakukan Ayu saat Dewi memenangkan lomba membaca puisi?2. Sebutkan dua sikap baik yang ditunjukkan oleh Ayu dalam cerita tersebut!3. Bagaimana sikap Ayu saat menari menunjukkan bahwa ia memiliki ketenangan batin?4. Mengapa memiliki sikap seperti Mudita dan Upekkha penting dalam kehidupan sehari-hari? Apa yangKalian PahamiPernahkah kalian merasa iri melihat teman berhasil mendapatkan sesuatu yang kalian inginkan? Bagaimana cara kalian mengatasi perasaan itu? Coba jelaskan bagaimana kalian bisa mengubah rasa iri menjadi Mudita! Menurut kalian, mengapa penting untuk tidak sombong saat dipuji dan tidak sedih saat diejek? Bagaimana sikap Upekkha membantu kalian untuk tetap menjadi diri sendiri, tidak peduli apa yang dikatakan orang lain?

