Page 214 - Demo
P. 214
195 BAB VIMENYUBURKAN CINTA KASIH UNIVERSALbatu. Anak kelinci itu kesakitan dan tidak bisa bergerak. Dengan penuh kelembutan (Karuna), sang gajah menggunakan belalainya yang kuat untuk menyingkirkan batu-batu itu dengan hati-hati. %u201cTerima kasih, Tuan Gajah. Aku pikir aku tidak akan selamat,%u201d kata anak kelinci sambil menahan sakit. Sang Gajah tersenyum dan berkata, %u201cTidak apa-apa, teman kecil. Semoga kamu lekas sembuh dan bisa bermain lagi dengan bahagia.%u201d Inilah pancaran cinta kasihnya (Metta).Sejak saat itu, semua penghuni hutan tahu bahwa mereka punya sahabat besar yang selalu siap menolong saat mereka dalam kesulitan.Gambar 6.4 Gajah dan Kelinici Sumber: Dokumen Ditjen Bimas Buddha, 2025Jawablah pertanyaan berikut!1. Bagaimana jika gajah tidak menolong kelinci? 2. Bagaimana perasaan kalian jika menjadi kelinci?3. Apa contoh nyata di sekolah ketika kalian bisa menjadi %u201cgajah%u201d bagi teman kalian?Apa yangKalian PahamiDari cerita di atas, inilah yang perlu kalian pahami dengan menjawab pertanyaan berikut!1. Ceritakan satu pengalamanmu ketika kamu menunjukkan metta kepada orang lain!2. Ceritakan satu pengalamanmu ketika kamu menunjukkan karuna!3. Jika menjadi Gajah di cerita, apa yang akan kamu lakukan selain menolong kelinci?4. Menurutmu, mengapa dunia sangat membutuhkan orang-orang yang punya metta dan karuna?

