Page 230 - Demo
P. 230
211 BAB VIMENYUBURKAN CINTA KASIH UNIVERSALDahulu kala, Bodhisattva terlahir sebagai dewa pohon (raja pohon) di sebuah hutan. Sang Raja di negeri itu ingin membangun istana baru dan memerintahkan penebang kayu untuk mencari satu pohon yang paling besar dan kuat untuk dijadikan tiang utama istana.Para penebang kayu menemukan pohon tempat tinggal Bodhisattva dan berniat menebangnya. Mengetahui hal ini, dewa pohon lainnya menangis ketakutan. Namun, Bodhisattva tetap tenang. Malam harinya, Bodhisattva menemui Sang Raja dalam mimpi dan berkata, \cabang cabangku, saat aku tumbang, aku akan menghancurkan semua pohon kecil di sekelilingku yang menjadi tempat tinggal banyak dewa lain.\tanya Raja. \batang tengah, dan terakhir akarku. Ini memang akan sangat menyakitkan bagiku, tetapi ini lebih baik daripada menghancurkan rumah makhluk lain.\Sang Raja terbangun dan sangat terkesan dengan pengorbanan dan kebijaksanaan raja pohon itu. Ia berpikir, \melindungi makhluk lain. Aku sebagai manusia seharusnya lebih berwelas asih.\Akhirnya, Sang Raja membatalkan perintahnya dan berjanji akan selalu melindungi hutan tersebut.Simaklah cerita berikut!Raja Pohon yang Bijaksana (Rukkha Dhamma Jataka)Apa yangKalian PahamiAlam dan manusia saling terhubung dalam hukum sebab akibat (Paticcasamuppada). Jika kita merusak alam, berarti kita merusak diri sendiri. Sebaliknya, merawat lingkungan adalah wujud nyata Karuna (belas kasih) kepada semua makhluk. Ajaran Buddha mengajarkan kita untuk hidup selaras dengan alam. Untuk memahami hal itu jawablah pertanyaan berikut:1. Apa arti Paticcasamuppada dalam Ajaran Buddha?2. Apa akibat yang terjadi jika manusia membuang sampah ke sungai?3. Mengapa merawat lingkungan disebut sebagai wujud Karuna (belas kasih)?4. Apa yang membuat Sang Raja membatalkan perintah menebang pohon tempat tinggal Bodhisattva?

