Berita Detail

img

Ekstrim Moderat dan Konservatif, Menag Ajak ASN Hargai Perbedaan

Jum'at, 17 Januari 2020 04:16 WIB

Jakarta (Humas Buddha)--- Di sela Tasyakuran Hari Amal Bhakti (HAB) ke-74, Menteri Agama Fachrul Razi katakan tugas moderasi beragama tempat ui berat ke depan (16/01).

"Tugas kita ke depan masih sangat berat terutama moderasi bergamaschi. Selalu berada pada dua kutub, mungkin salah satunya yang sangat moderat yang satunya sangat konservatif," kata Menag.

Menurutnya, moderasi beragama terus dipromosikan oleh Kementerian Agama termasuk oleh Menag sebelumnya yaitu Lukman Hakim Saifuddin.

Lebih lanjut, Menag mengatakan moderasi beragama bukanlah memoderatkan cara mempraktikkan agama. Akan tetapi saling menghargai satu sama lain di antara perbedaan yang ada.

"Kita diciptakan berbeda-beda tujuannya apa? Supaya kalian saling kenal," lanjutnya.

Ke depan Kementerian Agama dikatakan Menag terus berupaya agar keberagamaan selalu berada dalam titik moderat. 

"Kalau kita ngomong tentang bandulan bandulan akan selalu jatuh pada titik gravitasi. Apa yang kita lakukan kita usahakan supaya yang sangat moderat agak sedikit ke titik gravitasi yang sangat konservatif, kita buat sedikit mendekat ke grativasi hingga sedikit lebih 'balance' karena itu adalah tugas kita bersama," tutupnya.

Pada kegiatan ini juga dilakukan pemberian penghargaan bidang keagamaan bagi Kepala Daerah yakni kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Hibah 400M untuk kesejahteraan Guru Agama di DKI Jakarta), Gubernur Kalimantan Barat Sutarmidji (Hibah tanah 23Ha untuk pembangunan asrama haji), Gubernur Riau Syamsuar (Hibah tanah untuk KUA pada 56 lokasi di Riau), Bupati Bondowoso K.H. Salwa Arifin (Hibah 18M untuk kesejahteraan guru di pesantren), dan Walikota Kupang NTT Jefirstson R. Riwu Kore (Hibah tanah untuk pembangunan tempat ibadah Buddha).

Selain ribuan ASN Kementerian Agama, kegiatan ini juga dihadiri Menteri Agama Kabinet Kerja Lukman Hakim Saifuddin dan Menteri Agama Masa Bakti 2001-2004 Said Agil Al-Munawar. Tampak hadir pula para tokoh-tokoh lintas agama.


Sumber : -
Penulis : eddwin
Editor : budiyono

Dibaca : 47 kali