Berita Detail

img

Selektif Penyusunan Anggaran 2020, Ditjen Buddha Lakukan Berbagai Telaah

Senin, 30 September 2019 09:11 WIB

Dengan makin terfokusnya mekanisme penganggaran Kementerian dan Lembaga pada Program dan Kegiatan yang terkait langsung dengan Prioritas Nasional, Ditjen Bimas Buddha lebih selektif dalam menyusun anggaran. Hal ini mengusung kebijakan ‘money follow program’ agar anggaran tepat sasaran.

Pada Penyusunan RKA-K/L Pagu Alokasi Anggaran 2020, Ditjen Bimas Buddha melakukan berbagai telaah secara cermat dan optimal. Penelaahan dilakukan oleh satuan unit eselon III pusat. Salah satunya aspek Sumber Daya Manusia (SDM) yang dilakukan Kepala Sub Bagian Kepegawaian Ning Subekti.

“Kami menelaah dari dasar data kepegawaian yang ada. Telaah ini kami sandingkan dengan Analisis Beban Kerja dan Analisis Jabatan,” jelas Ning terkait kerjasamanya dengan Kepala Sub Bagian Organisasi dan Tata Laksana Sujiyanto.

Dikatakan Sujianto, jika pekerjaannya dirasa cukup berat dan dinilai memang membutuhkan pegawai tambahan maka pengganggaran dapat dilakukan.

Hal serupa dilakukan juga oleh Sub Direktorat Pendidikan Tinggi. Menurut Suyanto pihaknya mengkritisi Kerangka Acuan Kerja para rencana penganggaran masing-masing STABN.

“Kerangka Acuan Kerja yang merupakan proposal pengajuan perencanaan penganggaran, harus sejalan dengan Rencana Strategis yang ada,” ucap Kasi Pengembangan Akademi dan Akreditasi Suyanto.

Demikian pula yang dilakukan Bagian Keuangan dan Umum. Bagian ini menelaah semua rencana  anggaran. Dalam telaahnya harus sesuai dengan nomenklatur pada Bagan Akun Standar (BAS) dan Standar Biaya Masukan (SBM) tahun 2020. 

Selanjutnya semua rencana anggaran diserahkan pada bagian perencanaan. Pada bagian ini kompilasi disertai dengan data dukung untuk selanjutnya dilakukan review oleh Aparat Pengawas Internal Pemerintah  (APIP) Kementerian Agama.

Dihadiri Pembimas Buddha, Kasi/ Penyelenggara Buddha beserta operator RKA-K/L pada satker Bimas Buddha seluruh Indonesia.  


Sumber : -
Penulis : eddwin
Editor : budiyono

Dibaca : 730 kali