4th Internasional Konferensi ATBU Resmi ditutup Oleh Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha

Magelang (dbb) setelah berlangsung selama empat hari  acara 4th International ATBU yang di isi dengan seminar yang dibagi secara panel menjadi enam ruangan yaitu Buddhis dan ragam kebudayaan, Buddhis Heritage, Buddhis dan karya sosial, Pendidikan Buddhis sebagai pembelajaran Transformasi, Buddhis di Indonesia dan paper berbahasa Pali.

Pada ruang panel Buddhis di Indonesia terbagi menjadi sembilan paper yaitu “Pest Analysis Sebagai Strategi Peningkatan Pelayanan Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha”. Paper ini mengulas tentang Faktor-faktor eksternal Pendidikan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) dari sisi politik, ekonomi, sosial, dan teknologi menjadi faktor determinant untuk memperbaiki kontribusi.

Paper kedua berjudul “Buddha Dhamma dan Masalah Sosial Kontemporer: Teori, Aksi, dan Organisasi Sosial Buddhis”. Paper ini membahas tentang Akademisi Buddhis selayaknya membawa ajaran Buddha secara kontekstual dengan mengkombinasikan antara teori dan aksi.

Paper ketiga berjudul “Promoting Buddhism in Indonesia Through Buddhist Education as a Solution for Modern Education in Modern World”. Paper ini membahas tentang signifikan, darurat, dan tantangan bagaimana memasukkan nilai-agama Buddha untuk diterapkan kedalam semua aspek pendidikan Buddhis bukan hanya kedalam pendidikan formal ataupun non formal tapi secara mendasar kedalam pendidikan keluarga. Karena keluarga adalah pendidikan yang mendasar dan fundamental untuk generasi.

Paper keempat berjudul “Implementasi Ajaran Buddha untuk Menanggulangi Fanatisme dalam Mewujudkan Kerukunan Antar Umat Beragama”. Paper ini membahas bagaimana menggunakan nilai-nilai Buddhis dalam menangani permasalahan dalam kerukunan umat beragama khususnya  karena Indonesia adalah negara yang prural.

Paper kelima berjudul “Pergulatan antara Tradisi, Agama, dan Modernitas: Analisis Antropologi Sastra Kumpulan Cerpen Kegelisahan Sang Domba dan Sihir Karya Bhikkhu Don Atthapiyo”. Paper ini membahas tentang signifikansi sastra sebagai ekspresi nilai-nilai Buddhis.

Paper keenam berjudul “Penumbuhan Kesadaran Sejarah Melalui Pembelajaran Pendidikan Agama Buddha Aspek Sejarah”. Paper ini banyak membahas pembelajaran Buddhis dengan pendekatan penerapan nilai-nilai yang sejarah. Seperti yang kita tahu, generasi sekarang mulai melupakan sejarah mereka sendiri.

Paper ketujuh berjudul “Identifikasi Relief Cerita Jataka di Candi Mendut dalam Mengembangkan Karakter Siswa Sekolah Minggu Buddhis”. Paper ini membahas tentang Menggunakan relief cerita Jataka yang terdapat dicandi mendut sebagai sumber pendidikan karakter.

Paper delapan berjudul “Simbol Buddhis di Vihara Mendut sebagai Sumber Belajar Pendidikan Karakter”. Paper ini membahas tentang simbol-simbol yang dapat ditemukan pada vihara Mendut.

Paper kesembilan berjudul “Sendratari Mahakarya Borobudur”: Seni Pertunjukan yang Mengangkat Kebesaran Candi Borobudur” . membahas tentang Sebuah drama tari menjadi tempat kontestasi dari berbagai pihak.

Acara yang di kemas dengan diskusi panel dan pementasan seni tari tradisional persembahan dari STIAB Smaratungga Ampel,  STAB Syailendra Kab. Semarang, STAB Kertarajasa Batu, STIAB Jinarakkhita Lampung, STABN Sriwijaya Banten dan STABN Raden Wijaya Wonogiri.

Internasional Konferensi ATBU resmi di tutup Minggu malam (13/11) oleh Direktur Urpendik Supriyadi.. Turut hadir pada acara penutupan, Presiden ATBU Prof.Dr. Nyanissara, YM. Bhikkhu Samdech Tempcong Sangha Raja Kamboja, Dr.Phra Sophon Vachiraborn, wakil rektor Universitas Mahaculalongcorn, Prof.G.Sumana Siri, Rektor Buddhis University  Srilanka, YM. Bhikkhu Srivinayaphon dari Mahamakut university, YM Bhikkhu Nyanasuryanadi Mahathera Ketua Sagin, Ketua STABN Sriwijaya Tangerang Banten Dr. Effendi T, dan Ketua STABN Raden Wijaya Dr. Hesty S.

Dalam sambutannya Supriyadi atas nama pemerintah Indonesia mengucapkan terimakasih atas kepercayaan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan ini.

"Saya berharap saudara-saudara dapat melihat secara langsung suasana kehidupan umat  Buddha yang berlangsung secara harmonis baik dalam kehidupan sosial kemasyarakatan maupun akademis di Indonesia ini" ungkapnya.

Supriyadi menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi agama Buddha untuk berperan aktif dalam ATBU."Dalam wadah ATBU ini dapat dibangun jaringan intelektual bagi para dosen untuk meningkatkan dan mengaktualisasikan gagasan, pemikiran dan peningkatan kualitas dirinya", lanjut Supriyadi.

Selain itu, Supriyadi juga mengharapkan kehadiran intelektual buddhis dari berbagai negara menjadi momentum untuk mewujudkan kemajuan pendidikan tinggi di indonesia. Dalam rangka mewujudkan program 100 doktor, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Buddha akan menjalin kerjasama dengan berbagai universitas diluar negeri dengan meningkatkan kualitas perguruan tinggi di Indonesia.

Di akhir sambutannya Supriyadi mengucapkan terimakasih dan selamat kembali ketempat tugasnya masing-masing.

"Semoga para peserta dapat membawa kenangan yang baik dan indah terhadap pemerintah Indonesia sebagai tuan rumah kegiatan ini",ucap Supriyadi.

foto terkait enam sesi pleno 4th International ATBU Conference

foto terkait Penutupan 4th International ATBU Conference