Sekjen Kemenag Meresmikan Program 100 Doktor Untuk pendidikan Agama Buddha

Magelang (dbb) peresmian program doktor untuk pendidikan agama Buddha digelar di sela agenda International Association of Theravada Buddhist Universities (ATBU) Conference, di Hotel Grand Artos, Magelang, Jumat (11/11)  di ikuti sekitar 350 peserta dari perwakilan 18 negara diantaranya Nepal, Vietnam, Pakistan, Laos, Kamboja, Sri Lanka, Thailand, Myanmar, Belanda, Inggris, Amerika Serikat, Brazil, Hongkong, Singapura, Malaysia, Bhutan, India dan Indonesia. Seperti yang di sampaikan panitia  Budi Utomo Ditthi Sampanno MA bahwa program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) di kalangan pendidikan tinggi agama Buddha di Indonesia.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenag Nur Syam sekaligus sebagai Plt. Dirjen Bimas Buddha menyampaikan apreasiasi    " Kami menyampaikan apresiasi karena Indonesia menjadi tuan rumah kegiatan ATBU karen dengan kegiatan ini dapat mewujudkan kejayaan pendidikan agama Buddha seperti yang terefleksikan pada masa kerajaan Sriwijaya program 100 doktor ini memiliki jangka waktu selama lima tahun ke depan, kami akan mengirim 20 orang untuk menempuh pendidikan strata tiga setiap tahun, baik di universitas dalam negeri atau luar negeri, tegas Nur Syam.

Konsentrasi pendidikan untuk program ini tidak hanya pendidikan Agama Buddha tetapi juga bidang-bidang lainnya untuk mendukung pengembangan kualitas SDM di lembaga-lembaga pendidikan Buddha.

"Kami melihat lembaga-lembaga pendidikan Buddha di Indonesia perlu dipercepat kualitas SDM-nya. Kerana itu, program ini sudah kita anggarkan lewat Direktorat Jenderal Bimbingan Masyatakat Buddha" ungkap Nur Syam. Sejauh ini kualitas SDM seringkali menjadi kendala dalam sistem akreditasi maupun peningkatan taraf kualitas lembaga pendidikan tinggi agama Buddha. Salah satu faktornya adalah minimnya jumlah doktor yang tersedia.

"Program ini tidak hanya terbuka bagi para dosen yang sudah mengajar di perguruan tinggi Agama Buddha, tetapi juga frash graduate untuk program S2, selama memenuhi kualifikasi yang telah ditetapkan," paparnya.

Nur Syam manambahkan bahwa di Indonesia telah berdiri 14 lembaga pendidikan tinggi agama Buddha, dengan dua di antaranya berstatus negeri, sedangkan sisanya swasta.

"Dengan semakin berkualitasnya para dosen agama Buddha dan lembaga pendidikan maka diharapkan ke depan akan mencetak mahasiswa yang berkualitas pula. Dengan demikian, angka partisipasi kasar (APK) yang sedang dikembangkan akan lebih baik," tegas Nur Syam.

“Melalui organisasi ATBU ini diharapkan dapat dibangun jaringan intelektual internasional dikalangan ATBU dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI) sehingga para dosen PTAB memiliki daya saing baik ditingkat nasional maupun tingkat Internasional”, ungkap Nur Syam.

Turut hadir dalam acara pembukaan Sekretaris Ditjen Bimas Buddha Caliadi, Ketua ATBU Most Ven Dr. Ashin Nyanissara, Sangharaja Kamboja Most Ven Samdev Thep Vong, The Most Ven. prof Dr. Sumanasiri Thero, Most Ven Dr. Sri Vinaysphon Thailand, Ketua Sangha Agung Indonesia Bhikkhu Suryanadi Mahathera, Perwakilan Sangha Mahayana Indonesia Tanah Suci Suhu Dutavira dan Perwakilan dari Sangha Theravada Indonesia Bhikkhu Subhapanno.

Acara ini terselenggara oleh ATBU (Association of Theravada Buddhist Univesities) bekerja sama dengan Kementerian Agama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI).

Seminar ini akan mengelar 6 sesi pleno dengan mempresentasikan 55 makalah. Makalah terdiri dari 40 makalah Bahasa Inggris, makalah Bahasa Indonesia 10 makalah, dan 5 makalah Bahasa Pali.

Kegiatan tersebut dibuka oleh Sekjen Kementerian Agama, Prof. Dr. H.Nur Syam., M.,Si. Dalam sambutan Menteri Agama yang dibacakan olehnya, Nur Syam mengharapkan dengan kegiatan ini dapat mewujudkan kejayaan pendidikan agama Buddha seperti

  1. Mewujudkan adanya komunitas buddhis yg terdiri adanya profesional baik teoritis maupun praktisi buddhis baik secara  penuh memiliki keberpihakan maupun keperdulian terhadap nasib pendidikan agama Buddha.
  2. Menciptakan iklim yg kondusif utk dpt melahirkan kaum intelektual buddhis yg handal sebagaimana pendidikan nalanda yg terdapat pada jaman kejayaan sriwijaya yamg lalu
  3. Melakukan di dialog yg intensif dan terbuka untuk membandingkan, menimbang, dan ka lau perlu menyerap unsur2 yg dpt diterapkan bagi kemajuan pendidikan agama Buddha.
  4. Menjadikan perguruan tinggi ab sebagai pusat kajian yg unggul dgn mengedepankan value,dhamma dan modern

Menteri agama menyambut baik prakarsa pendidikan tinggi agama Buddha Indonesia menyelenggarakan  the 4th international atbu conference.

“Melalui organisasi ATBU ini diharapkan dapat dibangun jaringan intelektual internasional dikalangan ATBU dengan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI) sehingga para dosen PTAB memiliki daya saing baik ditingkat nasional maupun tingkat internasional”, tegas Nur Syam.

Dalam memberikan pelayanan yang optimal Ditjen Bimas Buddha, pada acara tersebut juga mentahbiskan satu program penting yaitu program 100 doktor pendidikan Agama Buddha.

Acara ini diselenggarakan oleh ATBU (Association of Theravada Buddhist Univesities) bekerja sama dengan Kementerian Agama Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha, dan Asosiasi Perguruan Tinggi Agama Buddha Indonesia (APTABI).

Seminar ini akan mengelar 6 sesi pleno dimana akan mempresentasikan 55 makalah. Makalahnya sendiri terdiri dari 40 makalah Bahasa Inggris, makalah Bahasa Indonesia 10 makalah, dan 5 makalah Bahasa Pali.

foto terkait