Menuju Kepemimpinan Yang Demokratis Menurut Ajaran Buddha

Karya Sacca Handika-Mahasiswa STABN Raden WIjaya
Juara II Putra Lomba Penulisan Karya Ilmiah Buddhis Mahaniti Loka Dhamma Tingkat Nasional IV tahun 2014

ABSTRAK
 
Kepemimpinan yang demokratis di Indonesia sudah terlihat namun kesejahteran masyarakat Indonesia masih rendah. Hal ini menunjukan bahwa kepemimpinan yang ada belum mampu mengemban dan melaksanakan prinsip demokrasi yakni dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. Berdasarkan data kesejahteraan masyarakat Indonesia menunjukan masih rendah Pendapatan per kapita masyarakat Indonesia mencapai US$4.900, kesejahteraan masyarakat kita masih rendah karena baru menempati ranking ke126 di dunia. kepemimpinan yang ada seharusnya selalu mengedepankan aspirasi-aspirasi dari seluruh komponen masyarakat. Dengan mengedepankan aspirasi masyarakat, maka sebenarnya wujud kepemimpinan yang demokratis berujung pada kesejahteraan masyarakatnya. Sebagaimana yang telah dilakukan Buddha dalam memimpin para anggota sangha (kelompok) maupun umatnya. Buddha selalu memahami hal-hal yang dibutuhkan para siswanya kemudian beliau juga memberikan solusi pada para siswanya. Buddha menganjurkan para siswanya untuk menjalankan solusi atas permasalahan mereka hingga mereka berhasil mencapai kebahagiaan sementara itu Buddha terus mengawasi mereka hingga berhasil. Buddha memimpin tanpa adanya diskriminasi, peduli, selalu melindungi, mengindari kekerasan, menginginkan kedamaian serta dapat menjadi penengah ketika terjadi permasalahan didalam masyarakatnya dengan selalu mencegah maupun mengatasi hal-hal yang menimbulkan kekerasan dan penderitaan. Sebaiknya pemimpin saat ini juga menerapkan hal-hal yang telah diterapkan Buddha karena telah terbukti membawa kesejahteraan bagi masyarakat.
 
Klik disini untuk menunduh lengkapnya.