Model Integrasi Pendidikan Anti Korupsi Dalam Ajaran Buddha Melalui Hidden Curriculum

Karya: Diva Anggraeni-Mahasiswi STABN Raden Wijaya
Juara I Putri Lomba Penulisan Karya Ilmiah Buddhis Mahaniti Loka Dhamma Tingkat Nasional IV tahun 2014
Artikel ini telah dimuat pada Majalah Ikhlas Beramal edisi 90-Desember 2014

ABSTRAK

Korupsi saat ini menjadi permasalahan serius di Indonesia. Sehingga dibutuhkan suatu sistem yang mampu menyadarkan semua elemem masyarakat. Pendidikan dapat menjadi alternatif untuk memberantas korupsi. Mengingat bahwa sebagian besar pelaku korupsi adalah orang-orang yang memiliki standar pendidikan yang tinggi, hal ini menunjukan lemahnya sistem pendidikan dalam menangani korupsi. Salah satu bentuk pencegahan melalui pendidikan adalah dengan melaksanakan pendidikan anti korupsi mulai dari tingkat dasar hingga tingkat perguruan tinggi.

Dalam kurikulum pendidikan saat ini pendidikan anti korupsi tidak terdapat dalam mata pelajaran pokok, sehingga dibutuhkan suatu strategi agar tujuan dari pendidikan anti korupsi dapat tercapai. Sebagai solusinya melalui hidden curriculum pendidikan anti korupsi dapat terimplementasikan dalam kegiatan pembelajaran meskipun tidak tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pendidikan anti korupsi melalui hidden curriculum adalah untuk membentuk pengetahuan, sikap dan keterampilan anti korupsi. Buddha memberikan ajaran-Nya dengan menyesuaikan situasi, kondisi serta karakter masing-masing siswa sehingga tercapai tujuan-Nya. Hal ini menunjukan bahwa Buddha menggunakan pembelajaran yang hidden (tersembunyi).

Apabila model pembelajaran yang diterapkan oleh Buddha dalam mendidik siswa-Nya, diterapkan dalam pendidikan anti korupsi melalui hidden curriculum maka tujuan dari pembelajaran tersebut akan tercapai. Model integrasi pendidikan anti korupsi melalui hidden curriculum dengan ajaran Buddha memiliki proses dan inti pembelajaran yang sama dan mampu mencapai apa yang dicita-citakan.

klik disini untuk mengunduh secara lengkap