Moderasi Agama dan Pengendalian Hiri Ottapa 

Jakarta (dbb) - Agama berasal dari Tuhan Yang Maha Segala. Sementara kita manusia punya keterbatasan. Tidak semua manusia memiliki mampu menyerapkan semua. Lebih karena keterbatasan kita sebagai manusia. Menteri Agama Lukman Hakim Syaifuddin mengatakan hal tersebut pada Peresmian Gedung Wisma Narada Vihara Dhammacakka Jaya Jakarta(11/2).

Dikatakan Menag ada sebagian dari kita yang memahami terlalu ekstrim terkait agama. Ada yang memahami agama lebih bertumpu kepada teks.
“Mengabaikan nalar. mendewakan teks, ini yang disebut kalangan konservatif,” ucap Menag.

Dikatakan menag ada kaum yang mengagung-agungkan nalarnya. kaum yang disebut liberal ini, yang seharusnya berpegangan kepada teks sebagai rujukan dalam beragama, dihiraukan.

Teks harus memperhatikan konteks, dan sebaliknya dikatakan Menag. Ini yang disebut moderasi agama, yang ukurannya ada pada diri kita sendiri. Di dalam agama Buddha, rasa takut akan akibat perbuatan jahat disebut otappa. Rasa Malu akan perbuatan jahat disebut Hiri.

“Itulah hal yang telah diterangkan dengan sangat baik oleh Bhikkhu Pannavaro dengan bahasa agamanya. Bagaimana kita memiliki ukuran tersendiri akan rasa takut dan rasa malu yang kita miliki terhadap perbuatan kita sendiri,” puji Menag terhadap ceramah agama yang disampaikan Bhikkhu Sri Pannavaro.

Menag Menyampaikan apresiasi kepada para tokoh Agama Buddha yang sudah berkontribusi  terhadap pembangunan umat beragama, khususnya untuk pembangunan Wisma Narada Vihara Dhammacaka Jaya Jakarta yang sangat bermanfaat bagi kehidupan umat beragama di Indonesia.

Hadir dalam peresmian, Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha Kemenag RI Caliadi, Trihatma, Direktur Urusan dan Pendidikan agama Buddha Supriyadi, Pembimas Buddha Prov. DKI Jakarta Suwanto. Hadir sejumlah Bhikkhu Theravada, beserta ribuan umat Buddha.