Ribuan Umat Buddha Ikuti Peletakan Batu Pertama Pembangunan Vihara Jinapannasarana

Serdang Bedagai (bimasbuddha) - Ribuan umat Buddha mengikuti peletakan batu pertama pembangunan Vihara Jinapannasarana. Pembangunan vihara ini berlokasi di Jalan Kutilang No. 282, Desa Citaman Jernih, Kec. Perbaungan, Kab. Serdang Bedagai Prov. Sumut. 

Jinapannasarana adalah vihara pertama di Kecamatan Perbaung yang merupakan binaan Sangha Theravada Indonesia. “Selamat dan sukses atas peletakan batu pertama pembangunan Vihara Jinapannasarana, yang telah melalui rangkaian proses yang panjang sampai dengan saat ini,” Ucap Pembimas Buddha Ketut Supardi, Minggu (14/01). 

Ketut menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh panitia pembangunan, para donatur, anggota sangha, para pandita dan umat Buddha yang telah bekerjasama, saling berkoordinasi dalam membangun Vihara Jinnapannasarana.

Ketut berharap, melalui semangat kerja keras, pengorbanan dan niat yang baik, serta keyakinan yang kuat terhadap Buddha, Dhamma dan Sangha, pembangunan Vihara ini terus dilanjutkan. Vihara ini nantinya dapat menjadi pusat pembinaan keagamaan Buddha. Vihara ini dapat meningkatkan pemahaman dan penghayatan nilai-nilai ajaran Buddha sehingga tercipta kerukunan umat beragama.

Pada kesempatan ini, Bhante Jayamedho menyampaikan peristiwa bersejarah yang mempunyai dampak karma baik. Bhante memberikan kebahagiaan yaitu mengikuti upacara peletakan batu pertama pendirian Vihara dan peresmian Sima atau Uposathagara sebagai tempat penahbisan para bhikkhu.

Lebih lanjut, Bhante mengutip syair Dhammapada: Harumnya bunga tidak dapat melawan arah angin, namun harumnya kebajikan dapat melawan angin. “Kebajikan yang telah diperbuat akan menyebar secara luas, memberikan manfaat kebahagiaan yang dapat dirasakan oleh orang lain dan kebajikan tersebut tidak akan pernah dapat dilupakan dan dikenang sepanjang masa,” imbuhnya

Ketua panitia pembangunan Hobart Aulia mengatakan, vihara dibangun di atas lahan seluas lebih 2 hektar. Tanah ini didanakan kepada Sangha Theravada Indonesia melalui Yayasan Buddhasayankita untuk dibangun vihara Jinapannasarana. 

Jinapannasarana sendiri berarti Buddha Gotama sebagai pemenang Dhamma yang memiliki kebijaksanaan yang patut diteladani. “Bangunan Vihara terdiri dari dhammasala, bangunan sekolah minggu Buddha, Perpustakaan, Kuti, gedung serbaguna, ruang makan, toilet dan pondok meditasi,” pungkasnya.

Turut hadir, Kepala Unit (Kanit) Bimas Polsek Kec. Perbaungan Ipda Tarigan, Sekdes  Citaman Jernih Shawaludin SH, Ven. Phra Rajmuni dari Sangha Thailand, Anggota Sangha Theravada Indonesia, Ketua Magabudhi Prov. Sumut Kadirin, Ketua Wandani Prov. Sumut Melly, beserta tokoh/Pemuka Agama. Juga Umat Buddha Jakarta, Medan, Kisaran dan Deli Serdang.