Serahkan DIPA, Dirjen Apresiasi Bimas Buddha Sulawesi Tenggara

Jakarta (dbb) - Setelah dilakukan Pendampingan rutin oleh Inspektorat Jenderal (Itjen) Kemenag pada 2017, laporan keuangan Bimas Buddha Sulawesi Tenggara satu pun tidak ada catatan.

“ Ini adalah contoh salah satu Pembimas Buddha didaerah berpegang kepada aturan-aturan. Tidak sebatas serapan yang tinggi, tetapi menabrak aturan. Itu yang salah,” ” ucap Dirjen Bimas Buddha Caliadi saat serah Terima Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Ditjen Bimas Buddha di ruang kerja Ditjen Bimas Buddha Gedung Kementerian Agama lantai 16.

Dirjen menegaskan dari sisi serapan jangan semata-mata untuk menyerap anggaran. Sasaran menjadi perhatian Ditjen Bimas Buddha. Aturan menjadi acuan, serapan jalan serta sasaran tepat sasaran, inilah menjadi hal positif menjadi pelaksanaan anggaran di tahun 2018.

Dirjen mengatakan menjalankan tugas Ditjen Bimas Buddha sebagai ASN Bimas Buddha sekaligus membangun harmonisasi yang sinergi.

“Anggaran ini adalah hak rakyat. Jadi harus cermat bagaimana program yang tidak relevan, maka segera lakukan revisi,” pesan Dirjen.

Ditahun 2018 bisa dilaksanakan dengan baik daripada tahun 2017. Ini tentunya membutuhkan sinergi bersama.

“Tidak ada artinya seorang Direktur, Sekretaris maupun Dirjen tanpa Karyawan Bimas Buddha bekerja keras, bekerja sinergi satu dengan lainnya sehingga semua program dapat kita lakukan dengan baik,”


“Pada Direktorat karena berkaitan dengan masyarakat langsung, perlu segera mengevaluasi mereview atas RKA KL yang ada,” ucap Direktur Urusan dan Pendidikan Masyarakat Agama Buddha Supriyadi menegaskan.

Pada kesempatan itu Sesditjen Bimas Buddha Nyoman Suriadarma mengajak cermati DIPA yang ada. 

“Cermati kembali ketepatan akun, output, unit costnya, maupun kesesuaian dengan yang pernah diusulkan,” ucap Sesditjen juga dihadapan pejabat eselon 3 dan 4 dilingkungan Ditjen Bimas Buddha. Dikatakannya akan dibuat dijadwal dan diharapkan semuanya dapat selesai lebih cepat dari tahun lalu. 

foto terkait