Siori Langkah Awal Menata Lembaga Keagamaan Buddha

Jakarta (dbb) - Keberadaan rumah ibadah dan organisasi keagamaan Buddha merupakan wadah yang sangat strategis dan potensial untuk pembinaan  umat Buddha di Indonesia. Keberadaan inilah yang membuat Direktorat Jenderal(Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha merasa perlu menatanya.

Sistem Informasi Organisasi dan Rumah Ibadah Buddha Adalah Siori Buddha, sistem layanan kelembagaan Buddha berbasis aplikasi berbasis online.

Melalui Siori diharapkan Rumah Ibadah dan Organisasi Keagamaan Buddha lebih tertib dan terdata. Hal ini membuat pendataannya lebih valid dan tertib administrasi.

“Di dalam aplikasi ini tiap Rumah ibadah dan Organisasi Keagamaan Buddha mendapatkan nomor registrasi sendiri. Akan berlaku selamanya selama masih berjalan aktif,” terang Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi saat memberikan materi pada Rapat Koordinasi Kelembagaan Buddha dan Sosialisasi Petunjuk Teknis Pengelolaan Dana Paramita serta Pengenalan SIORI Buddha. Auditorium HM Rasjidi, Kementerian Agama RI (12/12).

“Lewat wadah inilah organisasi dan Rumah Ibadah sebagai Tempat yang orisinil nyata untuk membangun filosofi hidup bagi umatnya. Diharapkan umat Buddha memiliki jati diri, kepribadian, pendalaman agama Buddha yang sebaik-baiknya,” ucap Supriyadi saat menerangkan filosofi logo aplikasi Siori Buddha.

“Tanda daftar Vihara. Di jaman Now, jaman saiki kalau tidak pandai-pandai mengelola sesuatu maka akan tertinggal,” ucap Dirjen Bimas Buddha Caliadi saat memberikan pengaahan. Disamping memahami teknologi, jangan terjadi mis komunikasi. Komunikasi menjadi penting, menjadi penyelesai masalah bila terjadi komunikasi yang baik.

Hadir mendampingi paparan Kepala Sub Direktorat (Kasubdit) Kelembagaan Karsan. Hadir juga Pimpinan Majelis Agama Buddha, Pengurus STAB, Yayasan Keagamaan Buddha, serta Pembimbing Masyarakat Buddha seluruh Indonesia.