Dirjen: Indonesia Harmoni Dunia Satu Keluarga

Surabaya (dbb) Rapat Kerja Nasional Majelis Pandita Buddha Maitreya Indonesia (MAPANBUMI) wilayah Timur kembali digelar dengan mengusung tema" Kerja Bersama, Melayani Umat Buddha Indonesia".

Rakernas MAPANBUMI yang dibarengi dengan HUT ke- 12 Maha Vihara Buddha Maitreya Surabaya dan HUT MAPANBUMI ke-67 di buka oleh Dirjen Bimas Buddha Caliadi, Sabtu (2/12). 

Dirjen menyampaikan apreasiasi kepada MAPANBUMI yang konsisten dalam pendidikan mengutamakan etika, sopan santun dan ramah tamah dalam pelayanan umat Buddha. 

"Umat Buddha Maitreya sangat menjujung tinggi kedisiplinan dalam hal makan, budi pekerti, penghormatan kepada oran tua atau sesepuh. Hal ini sangat dipuji oleh banyak kalangan masyarakat ", puji Dirjen.

Dalam Rakernas Dirjen mengungkapkan ada tiga hal yang penting yang harus diperhatikan . Pertama  yaitu memiliki visi dan misi yang jelas. Kedua adalah kaderisasi penting untuk dilakukan untuk mencetak generasi muda demi masa depan Buddha Maitreya di Indonesia. Dan yang ketiga adalah loyalitas dengan satu komando yaitu pimpinan pusat MAPANBUMI.

“Mari kita bangun sinergi kepada pemerintah, sinergi kepada Majelis dan lintas agama dalam mempertahankan kerukunan. Dengan hidup saling berdampingan dengan yang lain maka kita akan harmoni,’Indonesia Harmoni Dunia Satu Keluarga’," ungkap Dirjen.

Dirjen berharap Rakernas MAPANBUMI dapat berinovasi bisa memunculkan produk baru dalam pelayanan umat Buddha di daerah dengan menyesuaikan kondisi jaman now. Agar tetap menjadi MAPANBUMI besar dan menjadi teladan yang memiliki kualitas dan inovasi.

"Buddha Maitreya adalah Happy Buddha yang wajah Nya penuh senyuman kasih, untuk itu umat Buddha Maitreya harus tetap mempertahankan sifat welas asih dan kasih sayang kepada semua makhluk," ungkapnya.

Rakernas MAPANBUMI  wilayah Timur yang menjadi agenda rutin tahunan kali ini terselenggara dari tanggal 1-3 Desember 2017 di Surabaya  di ikuti oleh 200 peserta. 

Menurut  wakil ketua Arief Harsono Rakernas ini diselenggarakan untuk memantau, mengorganisasikan dan mengevaluasi pelaksanaan agar sejalan dan selaras dengan rancangan yang di tetapkan dalam Pasamuan Agung yang diselenggarakan setiap 5 tahun sekali.

Agenda utama dalam Rakernas adalah kaderisasi dan pendampingan untuk menjaga kelangsungan dinamika Vihara Buddha Maitreya demi kepentingan agama Buddha dimasa depan agar tetap eksis dan berkembang.

Menurut Arief Harsono ada tiga kata kunci yang menjadi inti dalam pembahasan Rakernas tahun 2017 yaitu " Kerja-bersama-melayani". 

"Kita meyakini bahwa kerja bersama dengan perbuatan-perbuatan melayani maka Dharma menjadi sempurna", ungkapnya.

Dalam pelaksanaan pendampingan Arief Harsono mengungkapkan ada 3 prinsip yang dijadikan pedoman sesuai falsafah Ki Hajar Dewantara yaitu" Ing ngarso sung tulada, ing madyo mangun karsa, tut wuri handayani".

Arief Harsono juga mengungkapkan lembaga-lembaga yang telah dimiliki MAPANBUMI yaitu:

1. Lembaga Keluarga Viharawan-viharawati Buddha Maitreya Indonesia (Kawan Bumi)

2. Lembaga Pengkajian dan Penerbitan Kitab Suci Buddha Maitreya Indonesia

3. lembaga Persaudaraan Pemuda Buddha Maitreya Indonesia (Persada Bumi)

4. Lembaga Persaudaraan Dharma Wanita Buddha Maitreya Indonesia (Permata Bumi)

5. Pada bulan Mei 2017 telah terbentuk Lembaga Dana Paramita dengan nama Yayasan Dana Paramita Buddha Maitreya Indonesia.