Umat Buddha gelar Upgrading Pandita

Tangerang (dbb) Sebagai wujud upaya untuk memberikan pelayanan kepada umat Buddha menjadi lebih baik dan profesional serta menyikapi penyebaran informasi yang kian  menyebar luas tak terbendung dan banyak informasi yang tidak benar (hoax) serta penyebaran paham radikalisme. PP Majelis Agama Buddha Theravada Indonesia (MAGABUDHI) kembali menggelar Upgrading  Pandita yang merupakan program rutin yang dilaksanakan setiap 2 tahun.

Pandita merupakan publik figur Keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga dan menjalankan pancasila Buddhis.

“Pandita wajib menjalankan pancasila Buddhis dalam estetikanya,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Caliadi saat pembukaan Kursus Upgrading Pandita Magabudhi, Jumat (1/12).

Dirjen mengatakan Pandita mesti menjadi penjaga kerukunan diantara kemajemukan. Juga menjadi teladan sebagai publik figur.

“Segala tindakan mesti dijaga karena jabatan pandita adalah melekat,” tegasnya.

Dirjen menghimbau agar para pandita bisa ikut membantu kerukunan, baik intern dan ekstern dalam beragama. Ini dilakukan dengan cara menjaga ucapan dan tindakan ketika melakukan pembinaan kepada umat Buddha.

Sangha Nayaka Sangha Theravada Indonesia YM.  Bhikkhu Sri Pannavaro Mahathera menekankan hal senada terkait peran pandita dalam era informasi ini.

“Upgrading pandita Magabudhi berperan menjadi infiltrasi bagi umat Buddha dalam hal pemahaman radikal dan menangkal hoax,” ucap  Bhante.

Pada kesempatan itu Dirjen mengingatkan penanganan tentang rohaniwan asing yang datang ke Indonesia. Dikatakannya dalam  memberikan ceramah Dhamma tentunya harus sesuai aturan yang berlaku di Indonesia.

Hadir ketua Sangha Theravada Indonesia YM.  Bhikkhu Subhapanno Mahathera, Ketua Umum Magabudhi Romo Dharmanadi Chandra  dan diikuti oleh sekitar 50 pandita Magabudhi dari berbagai daerah. Kegiatan Kursus Upgrading Pandita Magabudhi diadakan pada 1 sampai 3 Desember di Pusdiklat Buddhis Sikkhadama Santibhumi,Tangerang Selatan-Banten.