Penyempurnaan Renstra 2015-2019 Ditjen Bimas Buddha

Jakarta (dbb) - "Tak ada lagi kegiatan yang diselenggarakan hanya bersifat seremonial, tetapi bagaimana anggaran itu menyentuh kepada masyarakat,” ucap Direktur Jenderal (Dirjen) Bimbingan Masyarakat (Bimas) Buddha Caliadi saat membuka Kegiatan Penyempurnaan Rencana Strategis (Renstra) 2015-2019 Direktorat Jenderal (Ditjen) Bimbingan Masyarakat Buddha (27/11).

Dikatakan Caliadi semua juknis dapat dilakukan karena merupakan hasil produk bersama. Agar satu persepsi dalam pelaksanaan program baik dipusat maupun didaerah tidak berkendala.

Hal senada dikatakan Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi yang mengajak Pembimas Bersinergi.

“Mari makin bersinergi untuk tidak melakukan apa yang tidak diatur oleh Juknis yang ada di Ditjen Bimas Buddha,” tegas Supriyadi.

Supriyadi melakukan review atas Renstra Bimas Buddha. Dimana perlu untuk menyesuaikan dengan sasaran strategis kementerian sesuai dengan Kebijakan Menteri Agama RI.

Rencana Strategis (Renstra) Ditjen Bimas Buddha menjabarkan visi, misi, tujuan, sasaran serta arah kebijakan dan strategi Ditjen Bimas Buddha tahun 2015-2019. Didalamnya mencakup bidang agama dan bidang pendidikan selaras dengan upaya pencapaian visi dan misi Kementerian Agama. Juga visi dan misi nasional dalam rangka mewujudkan tujuan pembangunan nasional sebagaimana dituangkan dalam Pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) 1945.

Pada kesempatan itu juga Supriyadi mengingatkan dua hal yang wajib ditanamkan oleh Menag sebagai ASN Kementerian Agama. Harus mengenali pekerjaan, lalu menyenangi. Kalau kenal dengan pekerjaan, lalu senang dengan pekerjaan maka tidak ada beban dalam melaksanakan tugas. Amanat adalah kepercayaan, kepercayaan itu adalah sebuah penghargaan yang diberikan oleh kita.

Acara yang diadakan di Jakarta tanggal 27-29 November 2017 itu mengundang peserta pusat, serta Pembimas Buddha seluruh Indonesia.