Supriyadi : Pengukuran Kinerja Ditjen Bimas Buddha Akan Distandarkan

Dengan segala kendala dan permasalahan yang ada terkait Pengukuran Kinerja Bimas Buddha, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi memberikan pandangannya.

Berdasarkan Data Smart yang dicermatinya, Supriyadi menemukan kendala atas prosentase target atas fisik yang diselesaikan. Oleh karena itu di tahun 2018 Akan dibuat ukuran yang standar yang dituangkan kedalam Petunjuk Teknis (Juknis). Akan ada ukuran standar setiap aktivitas yang dilakukan.

Pada kegiatan Pengukuran Kinerja ini yang berlangsung di Jakarta ini (22-24 November) Supriyadi melakukan evaluasi kinerja . Evaluasi terhadap angka partisipasi pengisian Aplikasi Smart pada satuan kerja (Satker) daerah. Dimana tidak semua Satker cukup aktif dalam pengisian. Salah satu kendala tingkat partisipasi pelaporan capaian output kinerja aplikasi SMART DJA adalah belum terstandarisasikannya progres realisasi output kinerja di lingkungan Ditjen Bimas Buddha.

Mengibaratkan sebagai pemeras sapi, yang setiap harinya memeras sapi menghasilkan satu ember. Tapi suatu saat yang diperas tidak dapat satu ember. Kenapa?

Si pemeras sapi harus memahami si sapi yang perlu diperhatikan. Artinya Pembimas/ Kasi/ Penyelenggara seharusnya memperhatikan operator, tahu progress pengisian aplikasi Smart.

Supriyadi mengajak untuk meningkatkan 3K untuk implementasi optimalisasi aplikasi Smart. Kerja Keras dengan Etos kerja. Komunikasi untuk menjalin relasi yang baik antar orang yang akan membantu kita. Dan koordinasi antar pimpinan untuk menjalin jalinan sinergikan kerja.

Aplikasi Monev Anggaran atau yang lebih dikenal dengan SMART DJA merupakan salah satu alat pemantauan dan evaluasi yang digunakan untuk mengukur kinerja unit kerja instansi pemerintah.

Monitoring dan evaluasi melalui SMART DJA ini akan dapat menilai apakah suatu program atau kegiatan telah berjalan sesuai dengan rencana atau target yang telah ditetapkan, dapat juga mengidentifikasi kendala dan permasalahan yang terjadi pada saat pelaksanaan program dan kegiatan. Sehingga dari kendala dan permasalahan yang terjadi akan ada rekomendasi perbaikan atau masukan upaya mengatasi permasalahan tersebut.