Umat Buddha MNSBDI rayakan HUT bersama Menteri Agama

Batam (dbb) 6 oktober merupakan hari yang bersejarah dan menggembirakan bagi Umat Nichiren Shoshu Buddha karena bisa merayakan bersama-sama Menteri Agama.

Menteri Agama Lukman Hakim Syaifudin  mengungkapkan rasa terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada umat Buddha.

"Umat Buddha telah ikut memelihara sekaligus merawat ke Indonesiaan kita".

Menurut Menag Indonesia merupakan negara yang sangat majemuk, hal tersebut disadari oleh para pendiri bangsa, yang kemudian dengan arifnya mencari apa yang mampu merekatkan, merajut keberagaman ini.

"Dalam konteks agama ataupun global esensi agama adalah menyatukan keberagaman ditengah-tengah keberagaman maupun kemajemukan".

Menag juga mengingatkan bila kita merendahkan orang-orang yang menggunakan agama untuk membuat kita saling berjarak, meniadakan, menjatuhkan, merendahkan, kita harus evaluasi diri melihat apa esensi agama itu.

"Agama diturunkan sebagai acuan, pedoman, agar peradaban kita lebih baik, perbedaan ada agar kita saling mengisi dan menyempurnaan satu dengan lainnya".

Agama yang mempunyai fungsi sosial untuk ketenangan diri, mendekatkan diri kepada Nya "kualitas umat beragama dilihat dari kemampuan menebarkan kebajikan, memberikan manfaat, kemampuan memberikan Dharma.

Menag menegaskan bahwa kehidupan yang makin kompleks, dengan tuntutan yang makin tinggi dengan faktor penyebab stres yang makin banyak membuat kita makin banyak menuntut dan meminta. 

"kita harus mengubah pemikiran seperti itu bila semua memberi, maka semua akan mendapatkan, tetapi sebaliknya bila semua meminta makan tak ada satupun yang akan mendapatkan".

Untuk itu kita harus lebih proaktif selain kita menuntut hak-hak kita, melaksanakan kewajiban bagaimana kita mensejahterakan sesama.

Kegembiraan juga diutarakan oleh Ketua umum MNSBDI Aiko Senosoenoto saat  pembukaan acara Wahana Negara Raharja.

 "Bukan saja karena merayakan ulang tahun 53 berdirinya MNSBDI, tetapi juga karena bisa merayakannya bersama-sama dengan kehadirannya Menteri agama RI Lukman Hakim Syaifudin".

Dalam beberapa tahun ini bangsa Indonesia sering digoyah dengan isu SARA  dibuat untuk memecah belah negeri ini. Melihat dari sejarah, bangsa indonesia telah hidup bersatu selama 72 tahun dan mengatasi isu perpecahan.  

"Ini membuktikan bangsa Indonesia bukan hanya mampu menghormati perbedaan, namun berbagai RAS, suku maupun agama mampu hidup berdampingan secara harmonis".

Aiko mengatakan sebagai bangsa yang besar kita akan selalu bekerja sama sehingga bisa memberi inspirasi akan pentingnya nilai-nilai kemanusiaan berdasarkan ajarannya masing-masing.

"agama Buddha Nichiren Shoshu dapat berkembang pesat melebihi dinegara lain, hal ini dikarenakan dukungan pemerintah dalam hal ini kementerian Agama RI  karena kami diberikan kesempatan yang luas untuk bekerja sama".

Mengutip sebuah surat Membuka Mata dari Buddha Nichiren Daishonin, Aiko membacakan  syair di depan ribuan umat yang hadir "Aku adalah mata bagi bangsaku, aku adalah tiang bagi bangsaku, aku adalah bahterah bangsaku".

"Kami umat BDI bekerjasama dengan seluruh masyarakat untuk memajukan bangsa Indonesia, kami juga akan membina generasi muda, mewarisi impian besar kami kepada anak cucu kami yaitu mewujudkan impian besar untuk bangsa Indonesia. Sehingga mereka bisa mengatakan kami bangsa Indonesia, kami bangga.

Wahana Negara Raharja yang diselenggarakan dari 5 s.d 8 oktober di Batam, Kepulauan riau. Dalam rangkaian acara tersebut telah diadakan penanaman sembilan ribu pohon, lalu persembahyangan dengan bertajukan Doa Untuk Kerukunan Umat pada hari ini. 

Turut hadir Gubernur Provinsi Kepulauan Riau, Anggota DPRD, Dirjen Bimas Buddha Caliadi, Kakanwil Kepri, Pembimas Buddha Prov. Kepri, Pejabat TNI, Pejabat Polri, Kakankemenag setempat, Ketua LPTG Arief Harsono, tokoh agama di Kepulauan Riau beserta lebih dari 1700 peserta Wahana Negara Raharja (WNR).