Caliadi : Bekerja bukanlah berdasarkan Jabatan, Tapi berdasarkan Tanggung jawab

Jakarta (dbb) sebagai penerapan salah satu area perubahan dalam pelaksanaan reformasi birokrasi dan penataan sistem manajemen SDM Ditjen Bimas Buddha melaksanakan Penyusunan Analisa Jabatan dan Analisa Beban Kerja. 

Dirjen Bimas Buddha Caliadi yang hadir didampingi Kabag Keuangan Umum Sayit dan Kabag Ortala Kepegawaian dan Hukum Widya Wimamsidi hari Rabu (4/10), menyampaikan bahwa  eforia dahulu yang menyatakan  PNS makan gaji buta, harus dihilangkan dan kita harus mampu bekerja lebih baik.

"Bukan hanya pejabat, JFU, JFT dan  semua pegawai Ditjen Bimas Buddha memiliki rasa tanggung jawab sesuai porsi tanggung jawab diemban secara maksimal".

Dirjen berharap  untuk meningkatkan kapabilitas ASN dan era peningkatan kesejahteraan ASN, maka perlu meningkatkan  tanggungjawab lebih yang diemban sehingga berguna kepada masyarakat.

Menurut panitia Sariyono dalam penataan ASN diperlukan informasi dasar, yaitu informasi tentang jabatan yang diperoleh dari analisis jabatan yang bertujuan untuk memperoleh informasi tentang karakteristik pekerjaan yang ada pada setiap unit kerja yang selanjutnya dirumuskan menjadi jabatan. 

Rumusan jabatan selanjutnya  akan dijadikan dasar untuk melakukan berbagai kegiatan manajemen dibidang kepegawaian diantaranya untuk menyusun peta jabatan.

Dari peta jabatan dan analisis beban kerja dapat disusun jumlah kebutuhan pegawai perjabatan, maka kegiatan penyusunan analisis jabatan dan analisis beban kerja perlu dilaksanakan. 

Penyusunan ANJAB yang di ikuti oleh 61 orang dipandu  narasumber tim dari BKN yang dikomandani Kepala Pusat Perencanaan Kepegawaian dan Formasi Dra. Anjaswaru Dewi.