Caliadi: wisudawan harus siap menyambut tahun 2045 dengan Generasi Emasnya

Tangerang (dbb) - Sekolah Tinggi Agama Buddha (STAB) Dharma Widya Tangerang menyelenggarakan rapat terbuka dalam rangka Dies Natalis IX dan Wisuda Sarjana III yang diikuti oleh 27 orang sarjana program strata satu (S1) jurusan Dharma Acarya. 

Turut hadir Dirjen Bimas Buddha Caliadi didampingi Kasubdit Perguruan Tinggi Parwadi dan Pembimas Buddha Prov. Banten Triroso, Ketua Yayasan Pendidikan Dharma Widya, Pengurus Yayasan Labhiko Indonesia, DPP Majubuthi, dan Pengurus STAB Sriwijaya, Minggu (01/10).

Dirjen Bimas Buddha, Caliadi menyampaikan agar siap menyambut tahun 2045 dengan Generasi Emasnya.

 "Perguruan Tinggi sebagai penyiap SDM yang memiliki ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki tanggungjawab menghasilkan SDM yang berkemampuan dan berketerampilan khusus. 

Menurutnya dalam menghadapi globalisasi di segala bidang, Perguruan Tinggi Keagamaan Buddha (PTKB) terutama STAB Dharma Widya mempunyai andil yang sangat besar dalam mempersiapkan dan menyongsong Generasi Emas tahun 2045 sebagai lokomotif (penggerak/pendorong) pembangunan masyarakat dan bangsa untuk lepas dari kebodohan, kemiskinan dan keterbelakangan.

Oleh karena itu, PTKB berkewajiban untuk senantiasa melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi, dengan mewujudkan perilaku akademis yang energik, multitalenta, aktif dan spiritual pada lulusannya."

Dirjen berharap  "Tantangan bagi para sarjana kedepan adalah mewujudkan cita-cita pada tahun 2045 bertepatan dengan usia 100 tahun kemerdekaan Indonesia. Generasi emas dapat terwujud dengan dukungan semua komponen bangsa, dengan bersatu, bergotong royong, bekerja keras, dan bekerja cerdas. Oleh karena itu, bagi PTKB yang ada pada saat ini dapat mengamati profil generasi emas itu pada para mahasiswa berkualitas yang memiliki kreatifitas, kompetensi, berkarakter dan kolaboratif." lanjutnya. 

Dengan diselenggarakannya Dies Natalis IX dan Wisuda Sarjana ke III STAB Dharma Widya, Direktorat Jenderal Bimbingan Masyarakat Buddha sebagai Pembina teknis berharap semoga para wisudawan dapat menjadi bagian anggota masyarakat yang memiliki kualitas dan moralitas, sehingga dapat memberikan kontribusi bagi kemajuan Indonesia pada umumnya, kemajuan PTKB dan perkembangan agama Buddha pada khususnya.

"Saya berpesan bahwa hari ini merupakan hari bersejarah bagi saudara, karena saudara dilantik secara resmi menjadi seorang sarjana agama Buddha. Wisuda bukan akhir dari sebuah perjuangan, namun awal dari sebuah pelajaran kehidupan. Sebagai sarjana saudara harus mampu memtransformasikan ilmu pengetahuan dan mampu menyiapkan manusia yang mempunyai kemampuan untuk belajar, beradaptasi dan berinovasi, terutama saudara sebagai sarjana pendidikan berperan sebagai pendorong dan fasilitator agar siswa bisa sukses dalam kehidupan." pesan Caliadi

Menurut Ketua STAB Dharma Widya, Ruby Santamoko bahwa Wisuda sarjana ini bertujuan untuk mengukuhkan lulusan STAB Dharma Widya tahun 2017 serta sebagai momentum akhir studi dan penyerahan kembali tanggungjawab institusi kepada orang tua dan masyarakat. 

Harapan kepada seluruh wisudawan dan wisudawati untuk berperan nyata dalam mewujudkan kecintaan, kepedulian dan tanggungjawab kepada bangsa dan negara Indonesia tercinta.

Ada hal yang unik dalam wisuda ini, sebagaimana yang disampaikan oleh Dewan Pembina STAB Dharma, Widya Soedjito Kusumo bahwa "yang diwisuda ada seorang Doktor, seorang sinshe akupuntur, seorang kepala sekolah SMA dan sebagian lagi sudah bekerja, itulah keunikannya." kata Soedjito.