Ditjen Bimas Buddha Susun Modul Paket Pendidikan Keagamaan Buddha Nava Dhammasekha 

Tangerang (dbb) - Keputusan Dirjen Bimas Buddha Nomor 323 tahun 2016 tentang pendidikan Kurikulum Pendidikan Keagamaan Buddha Nava Dhammasekkha dijelaskan bahwa Kompetensi Inti Nava Dhammasekkha merupakan gambaran pencapaian tingkat Perkembangan Anak pada layanan Nava Dhammasekkha yang dirumuskan secara terpadu meliputi Kompetensi Inti, Sikap Spiritual (KI 1) Kompentensi Inti Sikap Sosial (KI 2), Kompetensi Inti Pengetahuan (KI 3), Kompetensi Inti Keterampilan (KI 4) yang disinkronkan dengan Kompetensi Dasar.

Terkait dengan hal diatas Ditjen Bimas Buddha mengadakan Workshop Penyusunan Modul Paket Keagamaan Buddha Nava Dhammasekha ke-3 merupakan terusan dari penyusunan ke-2, modul paket ini mendasar pada kurikulum Nava Dhammasekha yang berdasarkan tematik pada panduan pendidik.

Dirjen Bimas Buddha Caliadi mengungkapkan, kegiatan ini merupakan wujud kontribusi nyata untuk perkembangan agama Buddha di Indonesia, sehingga harus dibuat dengan manis, dengan bahasa yang mudah dipahami.

Pengembangan tematik menjadi sebuah modul pembelajaran bukanlah pekerjaan yang mudah, dibutuhkan inisiasi yang tinggi dari penulis dalam mengkombinasikan antara mengkompetensi dasar dan kompetensi inti pendidikan. Hal ini mengacu pada Peraturan Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 137 Tahun 2014 tentang Standar Nasional Pendidikan Anak Usia Dini Pasal 9 angka 2 yang tertuang tematik disusun sesuai dengan karakteristik, kebutuhan, tahapan perkembangan anak, dan budaya lokal. 

"Melalui kegiatan ini, diharapkan tersusunnya modul paket pendidikan keagamaan Buddha Nava Dhammasekha," Ujar Kepala Seksi Kurikulum dan Evaluasi Budi Sulistyo.

Turut hadir pada kesempatan ini Direktur Urpendik Supriyadi yang membawakan materi  Strategi Mengkonstruksi Gradasi Tematik Berdasarkan Muatan Kurikulum Dalam Menyusun Modul Nava Dhammasekha, serta dengan beberapa pembawa materi lainnya.

selain itu hadir Kasubdit Pendidikan Dasar dan Menegah Nyoman Suriadarma, Kabbag Keuangan dan Umum Sayit, Kasi Ketenagaan dan Kesiswaan Pandit Aman Jaya.

Kegiatan yang diikuti oleh 50 peserta yang terdiri dari pegawai Ditjen Bimas Buddha, guru pendidikan Buddha, guru Kependidikan Buddha, serta praktisi dari DKI Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Tengah.