Guru SMB Harus Memiliki Wawasan Yang Luas

Kupang (dbb) - Dirjen Bimas Buddha Caliadi yang didampingi oleh Pembimas Buddha Provinsi Nusa Tenggara Barat Aryadi Satiawira beserta pengurus majelis agama Buddha setempat membuka kegiatan Pembinaan Guru Sekolah Minggu Buddha  dan Pengurus Lembaga Pendidikan Sekolah Minggu Buddha, Kupang, Jumat (8/9).

Pada paparannya, Direktur Jenderal menjelaskan tentang pendidikan agama dan keagamaan sesuai dengan UU no.20 tahun 2003 tentang Sisdiknas.

“Pendidikan agama merupakan muatan wajib dalam semua jalur jenjang dan jenis pendidikan," jelas Caliadi. 

Dikatakannya pendidikan agama berfungsi untuk membentuk manusia Indonesia yang beriman, dan bertakwa kepada Tuhan YME, pendidikan agama bertujuan untuk berkembangnya kemampuan peserta didik dalam memaknai menghayati dan mengamalkan nilai agama.

Dirjen menyampaikan bahwa dalam pengelolaan SMB harus mengedepankan nilai keutamaan, nilai keindahan, nilai kerja, nilai cinta tanah air, nilai demokrasi, nilai kesatuan, nilai moral.

“Pendidikan agama bukan hanya sebatas mengembang kepintaran saja tetapi lebih kepada membangun mental dan spriritual," lanjut Caliadi.

Caliadi melanjutkan pola pembinaan dan kurikulum  pada SMB harus di desain sesuai dengan pendidikan karakter yang mengandung nilai religius, jujur, toleransi, disiplin, kerja keras, kreatif, mandiri, demokratis, rasa ingin tahu, semangat kebangsaan, cinta tanah air, menghargai prestasi, bersahabat, cinta damai, gemar membaca, peduli lingkungan, peduli sosial, tanggung jawab.

Dalam paparannya juga, Caliadi menekankan kepada Guru SMB harus memiliki wawasan yang luas sehingga guru SMB bisa menjawab isu-isu yang berkembang di masyarakat dengan benar.