Peningkatan Tenaga Pendidik Agama Buddha

Lombok (dbb) - Untuk mengoptimalkan tenaga pendidik dan Lembaga Keagamaan Buddha/lembaga pendidikan Keagamaan Buddha Kantor Wilayah Prov. Nusa Tenggara Barat menggelar kegiatan pembinaan pendidikan Agama dan pendidikan Keagamaan Buddha, Sabtu (26/8).

Dirjen Bimas Buddha Caliadi yang di dampingi oleh Kepala Kanwil Prov. NTB Nasaruddin dan Pembimas Buddha Prov. NTB Suliarna mengatakan, "guru merupakan sosok panutan yang penting dekat dengan masyarakat umat Buddha sehingga memiliki peran penting meningkatkan kinerja dan wawasan kebangsaan."

"Dimana guru merupakan pendidik profesional yang memiliki tugas utamanya adalah mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi para peserta didik," lanjut Caliadi.

Ing ngarso Sun Tulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani merupakan kunci dalam mencerdaskan kehidupan bangsa seperti yang telah dirumuskan oleh Ki Hajar Dewantara.

Seperti yang diingatkan Caliadi Ing Ngarso Sun Tulodo, didepan memberi keteladanan, Ing Madyo Mangun Karso, ditengah memberikan kreatifitas, Tut Wuri Handayani, dibelakang memberikan dorongan motivasi.

Dalam menghadapi tantangan global dan perkembangan jaman yang sangat dinamis dengan berbagai isu-isu aktual yang ada saat ini dan dapat merusak mindset peserta didik baik melalui media cetak maupun elektronik dari paham-paham yang sangat bertentangan dengan norma agama.

"Dengan adanya fenomena seperti ini guru harus mampu menanamkan nilai-nilai norma agama sehingga dapat meminimalisir munculnya sikap dan tindakan yang mengarah ke radikalisme," ujar Caliadi.

Caliadi berpesan demi menangkal paham radikalisme diharapkan bagi para pendidik hendaknya dapat mengimplementasikan Pendidikan Agama dan budi pekerti yang mencakup adanya nilai-nilai moralitas terhadap peserta didik agar senantiasa dapat terhindar dari pengaruh negatif.