Caliadi: Jangan Buat Anggaran Sekedar Mentereng

Jakarta (dbb) - Ditjen Bimas Buddha melakukan evaluasi pelaksanaan anggaran dan kinerja program demi tercapai, terukur, dan terpantaunya kinerja yang dilaksanakan di Jakarta 14 s.d 16 Agustus 2017.

Demi mengetahui kemampuan dalam menggunakan aplikasi e-monev yang dapat mengukur dan evaluasi kinerja pelaksanaan dari masing - masing satuan kerja.

Evaluasi untuk menilai tingkat kinerja suatu kebijakan setelah kebijakan tersebut berjalan sebagai upaya sistematik untuk menghimpun dan mengolah data (fakta dan informasi) yang handal dan sahih.

Dalam menyimpulkan kondisi nyata, yang dapat digunakan sebagai landasan tindakan manajemen untuk mengelola keberlangsungan lembaga atau program.

Pada kesempatan ini Direktur Jenderal Bimas Buddha Caliadi yang di dampingi oleh Direktur Urpendik Supriyadi dan Kabag Perencanaan dan Evaluasi Saiman menegaskan bahwa pastikan Anggaran tepat sasaran dan outputnya jelas.

"Dimana yang selalu disampaikan oleh presiden, Anggaran Negara yang diberikan kepada kita hanya sebatas kegiatan ceremonial lalu menghadirkan LPJ", ujar Caliadi.

Pelaporan yang merupakan pendokumentasian kegiatan dalam bentuk tulisan, gambar, grafik, dan data lainnya yang mendeskripsikan tentang pelaksanaan kegiatan.

Caliadi menegaskan, "dalam membuat anggaran jangan hanya sekedar terlihat mentereng, tetapi ketika kita melakukan ada kendala dan ada persoalan. Maka betul - betul harus dicermati dan output harus jelas tidak hanya sekedar membuat program.

Objek monitoring dan evaluasi pelaksanaan anggaran dan kinerja program Bimas Buddha terdiri dari 181 satuan kerja baik Pusat maupun Daerah, yang meliputi Unit Kerja Eselon I Pusat, Kantor Wilayah, Perguruan Tinggi Agama Negeri, Kantor Kementerian Agama Kabupaten/Kota.