Ditjen Bimas Buddha Gelar Peningkatan Sumber Daya Perilaku Organisasi

Jakarta (dbb) - Ditjen Bimas Buddha Kementerian Agama menggelar Pembinaan Organisasi Dalam Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Perilaku Organisasi yang diikuti oleh tokoh Agama Buddha dan juga perwakilan Majelis Agama Buddha yang diselenggarakan di Jakarta, Jumat (14/7).

Direktur Urpendik Supriyadi, Chairman GarudaFood Group yang juga sebagai Pengarah Unit Kerja Presiden Pembinaan Ideologi Pancasila (UKP-PIP) Sudhamek AWS, turut hadir juga dalam kesempatan ini Kasubdit Kelembagaan Karsan dan Kasubdit Pendidikan Tinggi Parwadi.

Dalam melakukan pembinaan ini Sudhamek menegaskan, "Suatu organisasi disusun setelah strateginya jelas, jika tugas dari suatu organisasi berubah maka organisasi juga berubah."

Sudhamek mengatakan, "mengapa organisasi harus dibentuk? Organisasi bertujuan untuk mencapai tujuan dari upaya orang lain, yang pastinya dalam artian positif."

Sebuah organisasi harus memiliki visi dan misi demi mencapai tujuan terhadap organisasi tersebut, dimana Sudhamek menjelaskan Visi harus realistis dan diartikan secara jelas dan mudah dipahami, memahami tapi ambisius.

"Visi adalah sebuah tantangan dan inspirasi kepada anggota, Visi dibentuk sebelum munculnya Misi (what do we want to become)," tegas Sudhamek.

Selain memiliki Visi dan Misi sebuah organisasi juga harus memiliki sistem, dimana sistem adalah jembatan sebagai apa dan menjadi apa.

Sudhamek menegaskan dimana Sistem dapat memimpin dan meningkatkan kinerja, ada tiga manajemen sistem yang dijelaskan oleh Chairman GarudaFood Group ini pertama Strategi Manajemen dengan merencanakan, melakukan, memeriksa dan bertindak.

Kedua Proses manajemen dengan standarisasi, merawat, dan dianalisis, terakhir Sudhamek menegaskan adanya Perbaikan Manajemen, dengan merencanakan yang sudah dijelaskan pada Strategi Manajemen lakukan perubahan atau perubahan antara merencanakan menjadi dengan standarisasi.

Dalam proyek manajemen seseorang pemimpin harus bisa melihat secara makro dan mikro, proyek manajemen bisa dilakukan secara jangka panjang dan jangka pendek.

Pada pertemuan ini Supriyadi juga membahas Surat Keputusan Tanda Daftar Rumah Ibadah Agama Buddha bersama dengan para tokoh Agama Buddha dan Majelis yang hadir.