Finalisasi Kesiapan STG Nasional Ke-X 2017

Jakarta (dbb) - Menindaklanjuti pelaksanaan Swayamvara Tripitaka Gatha Nasional (STG) X 2017 yang akan dilaksanakan pada bulan November mendatang Lembaga Pengembangan Tripitaka Gatha (LPTG) melakukan beberapa pembahasan di Gedung Kementerian Agama, Jl. MH Thamrin, Selasa (11/7).

Adapun pembahasan kesiapan dalam menggelar STG ke-X ini diantaranya Finalisasi SK Panitia STG, pembahasan Rundown, Tema, Maskot, Daftar Undangan, serta Permohonan Audiensi dengan Presiden RI.

Pembahasan yang dihadiri Sekjen Kemenag yang juga sebagai Plt Dirjen Bimas Buddha Nur Syam, Sesditjen Bimas Buddha Caliadi beserta pegawai jajaran Ditjen Bimas Buddha, Ketua Umum LPTG Arief Harsono dan anggota lainnya. Nur Syam mengatakan, "kehadiran LPTG ini tentu untuk semakin memperkuat pencapaian misi Kemenag yaitu meningkatkan pemahaman dan pengembangan beragama."

Dengan Meningkatkan Pemahaman dan Pengalaman ajaran Agama kegiatan ini secara tidak langsung semakin meningkatkan tingkat dan aktifitas dalam membaca kitab suci demi mencapai visi misi bersama, seperti yang dikatakan Nur Syam, "meningkatkan kualitas pemahaman dan pengembangan agama melalui kegiatan ini sesuai dengan salah satu visi misi Kemanag yang dimana dengan indikatornya semakin meningkatkan tingkat dan aktifitas membaca kitab suci."

Sekjen berharap, dengan adanya kegiatan ini kita bisa semakin memasyarakatkan kitab suci kita, dan juga sebagai wadah untuk mengembangkan diri memahami kitab suci itu sendiri. Dimana kitab suci tidak dapat dipisahkan dalam kehidupan beragama.

Selain itu Nur Syam juga berpesan, permasalahan rencana anggaran kegiatan harus dipertanggung jawabkan sepenuhnya. Dimana dana yang berasal dari Kemenag dan juga dana yang di dapat bantuan masyakarat ataupun Sponsor. "Pisahkan dana dari Kemenag dengan dana bantuan dari masyarakat maupun sponsor agar tidak tercampur dan mudah dipertanggung jawabkan," tegas Nur Syam.

Arief menerangkan bahwa STG yang bersifat Nasional ini dapat dibilang dengan Presiden Cup, maka kegiatan ini berharap agar dibuka oleh Presiden RI. Selain itu Arief juga berharap ini sebagai wadah para umat Buddha seluruh Indonesia selain itu juga dapat menyatukan para majelis Agama Buddha Seluruh Indonesia.