Pernikahan Masal Kabupaten Kepulauan Meranti

Meranti (dbb) – Penyelenggara Agama Buddha Kab. Meranti yang bekerjasama dengan Majelis Buddhayana Indonesia (MBI) dan MAPANBUMI Kab. Meranti mengadakan pernikahan masal pada Senin s.d Minggu (24 s.d 27/2).

Total 870 pasangan yang mengikuti pernikahan masal ini dari lima kecamatan di Kab. Meranti, diantaranya 73 pasang dari Kec. Tebing Tinggi, 50 pasang dari Kec. Tebing Tinggi Barat, 77 pasang dari Kec. Merbau, 475 pasang dari Kec. Rangsang Pesisir, dan 195 pasang dari Tasik Putri Puyu.

Pernikahan masal dihadiri oleh Kasubdit Penyuluhan Paniran, yang di dampingi Pembimbing Masyarakat  Buddha Prov. Riau Tarjoko, Penyelenggara Buddha Kab. Meranti Metawati, PD. MBI Prov. Riau Suhadi, dan PD. MAPANBUMI Prov. Riau.

Perasaan haru yang dirasakan Paniran karena melihat ratusan pasang suami isteri melakukan pemberkatan pernikahan secara masal. Paniran mengharapkan agar pasangan yang telah diberkati bisa menjaga perkawinannya dengan baik.

“Seorang suami harus jujur dengan isterinya dalam semua hal, begitu juga sebaliknya seorang isteri juga harus jujur kepada suaminya,” lanjut Paniran.

Menurut Paniran, perkawinan Agama Buddha harus dilaksanakan sesuai Agama Buddha yaitu dengan Pandita, perkawinan dilakukan di tempat ibadah (Vihara) atau tempat lainnya.

Paniran menegaskan, “perkawinan sah menurut Agamabelum tentu san menurut Pemerintah. Oleh karena itu, harus diurus administrasi dan lainnya agar sah dan diakui Negara.”

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kab. Meranti Jonizar mengungkapkan, “pengurusan akta nikah dan akta kelahiran di Kabupaten Meranti saat ini adalah gratis tidak dipungut biaya.”

Oleh karena itu Jonizar mengharapkan kepada seluruh pasangan yang baru saja melakukan pemberkatan untuk sesegera mungkin mengurus administrasi pernikahannya sehingga sah dan terdaftar di dokumen Negara.

Tarjoko menghimbau kepada seluruh pasangan yang sudah diberkati untuk menjaga perkawinannya dengan baik dan menghindari perceraian.

“Nikah itu gampang, tapi menjaga pernikahan yang sulit, menjaga pemberkatan itu sulit,” ujar Tarjoko.

Tarjoko juga menyampaikan terimakasih atas dukungan dan kerjasama Pemerintah Daerah baik dari Anggota DPRD, Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Camat beserta perangkat desanya yang telah mendukung penuh program pernikahan masal umat Buddha hingga berjalan baik dan lancar.