Pembinaan Peningkatan Mutu Kinerja Guru Agama Buddha Se-Sumatera Utara

Medan (dbb) – Berdasarkan Undang-undang No. 20 Tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional Pembimas Buddha Kanwil Prov. Sumatera Utara, Ketut Supardi mengadakan pertemuan demi meningkatkan kinerja dalam membina dan melayani siswa Buddhis bersama dengan para guru Agama Buddha, Medan selama tiga hari Kamis s/d Sabtu (16/2 - 18/2).

Untuk mengembangkan kemampuan serta meningkatkan mutu kehidupan dan martabat manusia Indonesia serta membentuk manusia Indonesia seutuhnya yaitu manusia yang beriman dan bertaqwa terhadap Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur, memiliki pengetahuan dan keterampilan, kesehatan jasmani dan rohani, kepribadian yang mantap dan mandiri serta rasa tanggung jawab.

“Demi mewujudkan hal tersebut peningkatan mutu kinerja guru Agama Buddha, agar para guru dapat meningkatkan kinerja dalam membina dan melayani siswa Buddhis perlu dilaksanakan dengan meningkatkan mutu dan wawasan para guru agama Buddha, meningkatkan keharmonisan dan kerukunan intern guru agama Buddha, meningkatkan rasa solidaritas dan kepedulian sosial bagi keluarga dan masyarakat serta meningkatkan kerjasama dan berkoordinasi dengan instansi terkait,” ujar Pembimas Buddha Prov. Sumatera Utara, Ketut Supardi.

Kegiatan yang diikuti sebanyak 90 orang guru Agama Buddha yang berasal dari utusan Sekolah Negeri dan Swasta tingkat SD, SMP, SMA/K yang tersebar diseluruh Kabupaten dan Kota Sumatera Utara.

Ketut mengungkapkan, “kepada para peserta nantinya dengan segala ilmu dan pengetahuan yang telah diperoleh dapat memberikan manfaat dan berkontribusi positif pada lingkungan pendidikan di daerah masing-masing.”

Selain para guru Agama Buddha Ketut juga menghadirkan narasumber yang berkompeten dalam bidangnya dengan materi Kebajikan Kementerian Agama yang berkaitandengan Peningkatan Mutu Kinerja Guru Agama Buddha yang diisi langsung oleh Direktur Urpendik, Supriyadi, Peran Guru Agama Buddha dalam Peningkatan dan Pengamalan Nilai-Nilai Sadha, Bakti dan Moralitas Siswa Buddhis oleh Ketut Supardi, Implementasi Kurikulum 2013 oleh H. Dahyar Husein, Pembelajaran Berbasis Media oleh Rina.

Pada kesempatan ini Supriyadi menyampaikan, “bahwa apapun yang kita lakukan dan kita kerjakan adalah dilandasi dengan jiwa pengabdian yang setulus-tulusnya karena semua itu ditujukan untuk misi bersama, untuk tujuan bersama yaitu pembinaan umat Buddha.”

“Seperti pencanangan Presiden RI dan Menteri Agama yang dikenal dengan nawacita yang kedelapan yaitu pembenahan karakter bangsa yang kebhinekaan, oleh karena itu maka lewat nawacita inilah dilakukan sebuah upaya dalam bentuk revolusi mental yang menyangkut tiga nilai dasar yaitu etos kerja, integritas dan gotong royong,” lanjut Supriyadi.

Tiga nilai dasar yang harus dikembangkan, nilai dasar ini telah diwaspadai mulai menurun dan bahkan hilang sebagai jati diri bangsa Indonesia, semangat juang para generasi muda kita nampak luntur, dimana para siswa, manakala diberikan tugas yang dianggap berat merasa tidak mampu dan dapat menyelesaikannya dengan baik, demikian juga para guru, kita berharap bahwa semangat juang harus tidak hilang apapun keadaan dan resiko yang dihadapi, nilai juang harus tumbuh dan berkembang dalam diri kita, apapun persoalannya kita hadapi baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam pelaksanaan tugas harus dapat kita selesaikan karena kita yakin bahwa semua ada solusi dan jalan keluarnya ini yang disebut etos kerja. 

Pada akhir Supriyadi berharap para guru Agama Buddha mampu mengimplementasikan tiga nilai dasar ini sebagai landasan gerakan revolusi mental. (md/prt)