Evaluasi, Pemantapan, dan Merencanakan dalam Rapat Kerja Ditjen Bimas Buddha

Jakarta (dbb) - Demi mensinkronasikan dan mengantisipasi anggaran 2017 Ditjen Bimas Buddha mengadakan Rapat Kerja yang diikuti oleh 112 peserta dari Pejabat Eselon I, II, III, dan Ketua Sekolah Tinggi Agama Buddha pada Senin s/d Kamis (20/2 - 23/2).

Dengan adanya rapat kerja ini diharapkan bisa mengevaluasi, memantapkan, dan juga memperencanakan program yang masa datang dengan meningkatkan kualitas kinerja dalam melayani umat. 

Terdapat tiga fokus yang harus dilakukan dalam kinerja Tahun 2017 yaitu perlunya memperkuat relevansi program atau kegiatan dengan kebutuhan masyarakat dengan anggarannya, evaluasi dalam kinerja, dan terakhir dari lima nilai budaya kerja.

Plt. Dirjen Bimas Buddha Nur  Syam saat menyampaikan pengarahan Senin (20/2), menegaskan, "serapan yang tinggi merupakan hasil dari kinerja yang baik, maka program yang dibuat harus relevan yang sesuai dengan penganggaran dengan serapan anggaran dan kinerja."

"2017 lakukan upaya untuk elektronik kinerja kepada seluruh ASN. Sistem elektronik ini akan memudahkan kinerja kita," lanjut Nur Syam.

Menentukan prioritas kerja, menentukan anggaran terhadap efektifitas dan efisiensi, dan pastikan kinerja optimal menjadi tiga hal yang mendasar demi mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Selain perlunya memperkuat relevansi program atau kegiatan sangat perlu juga dalam Evaluasi Kinerja yang dilakukan secara berkelanjutan.

Pada Era Managemen Performen ini evaluasi berkelanjutan sangat penting demi mengetahui seluruh kinerja yang sudah diselesaikan. 

Maka dengan adanya Raker ini dapat menjadikan bahan evaluasi untuk kedepannya demi meningkatkan kinerja yang lebih baik.