Pemberkatan Nikah Masal di Kabupaten Kepulauan Meranti

Selatpanjang (dbb) - Warga Desa Sokop yang beragama Buddha berbondong-bondong menuju Selatpanjang dengan penuh semangat bersama keluarga mereka. Dengan penuh semangat mereka menuju lokasi acara dengan menyeberangi selat menggunakan kapal kecil dan kemudian berjalan kaki dari pelabuhan menuju lokasi acara sekitar 3 km.  

Acara Pemberkatan Nikah Masal yang diselenggarakan oleh Majelis Mapanbumi Kab. Kep. Meranti bekerjasama dengan Penyelenggara Bimas Buddha Kemenag Kab. Kep. Meranti ini dilaksanakan di Aula Sekolah Kasih Maitreya pada hari minggu (18/12). Kegiatan ini di hadiri oleh tamu-tamu undangan mulai dari Pembimas Buddha Kanwil kemenag prov. Riau, Bupati Kab. Kep. Meranti, Penyelenggara Buddha Kemenag Kab. Meranti, Majelis-majelis Agama Buddha Kab. Meranti. Dalam kesempatan ini Tarjoko memberikan sambutan kepada umat Buddha yang hadir dengan menegaskan "Perkawinan adalah salah satu hal terpenting dalam hidup."

“Menjadi keluarga yang berbahagia memang sangatlah penting namun perkawinan tidak dapat dilakukan dengan cara sederhana atau hanya berdasarkan hukum adat yang berlaku,” tegas Tarjoko. Mengacu pada Undang-udang Nomor 1 Tahun 1974 Tentang Perkawinan, Tarjoko berharap umat Buddha yang berada di desa-desa dan pulau-pulau terutama perbatasan dapat terlayani dengan baik dalam hal perkawinan.  Hal ini terkait dengan administrasi yang harus dilengkapi juga prosedur dan tata cara perkawinan bagi umat Buddha. Dasar dari pentingnya Pembuatan akta nikah inilah yang kemudian dilanjutkan untuk pembuatan Kartu Keluarga dan KTP. Dikemudian hari mereka mempunyai anak maka untuk mengurus akta kelahiran anak juga memerlukan dokumen akta nikah, begitu juga pada saat pembagian warisan.

Tarjoko juga sangat senang dan mengapresiasi semangat juang para umat Buddha desa Sokop yang tetap teguh beragama Buddha dan rela meninggalkan segala bentuk pekerjaan mereka untuk mengikuti Pemberkatan Massal. Meski ada banyak hal yang menjadi kendala seperti kondisi geografis yang sulit untuk dijangkau dan Tenaga pembina yang terbatas mereka masih kurang mendapat perhatian dalam hal bimbingan dan Pelayanan Agama Buddha bahkan untuk tempat Ibadah pun masih belum ada. Tarjoko, Penyelenggara Bimas Buddha Kab. Kepulauan Meranti beserta Majelis Kab. Kepulauan Meranti terus berkoordinasi untuk mencari jalan keluar untuk mengatasi segala permasalahan yang ada.

Acara ini dihadiri oleh umat Buddha Desa Sokop yang berjumlah hampir 200 orang. Berdasarkan informasi dari Penyelenggara bahwa ini baru dihadiri oleh sebagian dari umat. Sementara akan dilakukan pemberkatan Massal masih ada sekitar kurang lebih 100 Kepala Keluarga yang akan dilakukan pemberkatan pada tahap ke-2 dan rencananya lagi akan diadakan kembali di 9 Kecamatan di tahun 2017.