Sesditjen : Pengukuran Kinerja Menjadi Langkah Awal Menyusun Anggaran

Jakarta (dbb) Sesditjen Caliadi dalam sambutannya hari Rabu (23/11) mengatakan bahwa pengukuran kinerja adalah sebuah proses dalam menetapkan parameter yang akan kita capai, menjadi bahan evaluasi dan langkah awal dalam penyusunan anggaran di tahun berikutnya. 

"Jika anggaran kita susun tidak tepat sasaran, tidak terlaksana, bagaimana kita mengukur, karena tujuan dari pengukuran kinerja ini adalah untuk mengukur tingkat keberhasilan kita," ungkapnya.

"Saya memberikan apresiasi kepada jajaran pusat sampai daerah karena dari aspek kualitas, aspek kepatutan, aspek taat asas sudah menjad lebih baik," ungkap Caliadi.

Menurutnya kegiatan ini dimaksudkan juga untuk mencari solusi atas kendala-kendala yang dihadapi, mengapa program-program yang telah direncanakan tidak dapat dilaksanakan. Maka perlu sisir kembali RKA K/L apakah program-program yang telah direncanakan dapat dilakukan atau tidak, sudah dilaksanakan atau belum, agar segera dapat ditindaklanjuti.

"Jangan sampai ada program-program yang tidak dapat tereksekusi, untuk itu perlu dipastikan program-program yang dicanangkan telah tepat sasaran pada masyarakat,"tegas Caliadi.

Sesditjen Caliadi juga mengingatkan bahwa pengukuran kinerja ini dapat diukur dari aspek kuantitas dan kualitas kerja. Jika jumlah program yang terlaksana lebih banyak maka kuantitas kerjanya meningkat, namun jika jumlah program yang terlaksana lebih sedikit dari yang dicanangkan maka kuantitas kerjanya menurun.

"Maka harus dipastikan bahwa program-program yang dicanangkan benar-benar dapat terlaksana dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas, "pesannya.

Dari aspek kualitas, tentu program harus dilaksanakan berbasis regulasi sehingga program yang dilaksanakan terarah dan terukur dan juga bermanfaat bagi masyarakat.

Pada hakikatnya pengukuran kinerja menjadi salah satu indikator untuk menilai dan mengevaluasi sejauh mana kerberhasilan Ditjen Bimas Buddha dalam merealisasikan program-program yang telah dicanangkan.

Turut hadir saat acara pembukaan Penyusunan Kinerja di Lingkungan Ditjen Bimas Buddha, Direktur Urusan dan Pendidikan Agama Buddha Supriyadi di dampingi Kabag Perencanaan dan Sistem Informasi Saiman serta di ikuti 115 orang peserta.

Dalam laporannya, Saiman selaku penanggungjawab kegiatan menyampaikan bahwa manfaat yang diharapkan dalam kegiatan adalah, terciptanya sinergisitas pada satuan kerja pusat maupun daerah dalam hal pengelolaan pelaporan pelaksanaan anggaran melalui penyusunan pengukuran kinerja, terukurnya rencana dan realisasi anggaran maupun pelaksanaan kegiatan dari setiap satuan kerja, terpantaunya tingkat realisasi anggaran maupun volume setiap output dalam DIPA dan terdokumentasinya hasil pengukuran dan evaluasi kinerja yang mampu menyajikan penyebab maupun kendala dan menyampaikan rekomendasi perbaikan kepada pimpinan untuk penganggaran  pada tahun anggaran berikutnya.